Waktu pertama kali datang ke perusahaan ini, aku melihat market placenya udah oke. Banyak transaksi. Nama juga udah cukup besar.
Cuma CS nya kelelahan. Menjawab customer, membuat laporan 'ngapain aja' sama customer, dan dibebani dengan tambahan target penjualan.
Lalu mereka merekrut anak magang untuk bantu. Bertambahkan musibah itu. Menurutku.
Beberapa temuan:
- Jangan kasih anak magang kerjaan yang berurusan dengan closing dengan customer. Beberapa customer tersinggung jika dikasih interaksi sama admin, apalagi anak magang.
- Jangan dilabeli: admin. Tapi: konsultan. Kamu akan lebih nyaman berinteraksi dengan konsultan untuk menjawab kebutuhanmu, ketimbang sama admin.
- CS ini mau banyak chat masuk atau tidak, ga ngefek terhadapt motivasinya.
- CS jangan ribet urusan laporan. Makan waktu banyak.
Maka solusiku.
- CS atau admin namanya diganti menjadi konsultan. Konsultan yang melayani customer
- Satu konsultan = satu profit center. Maka dia dapat komisi dari setiap transaksi yang dia hasilkan
- Maka konsultan akan komplain saat tidak dapat atau sedikit traffic dari marketing
- Maka konsultan akan komplain saat banyak yang chat namun kualitas customer ga bagus
- Satu konsultan utama membawahi beberapa konsultan
Misal satu konsultan menghasilkan profit 100juta perbulan. maka tinggal ditanya, perusahaan mau profit berapa sebulan? Tinggal gandakan konsultannya.
Sementara ini begitu.
Labels:
Case Study

.jpg)

0 Komentar untuk "Profit Center untuk Perusahaan"